Manajemen Pemasaran

Consumer Megashift – Pergeseran Besar Perilaku Konsumen

Spread the love

Consumer Megashift – Pergeseran Besar Perilaku Konsumen. Suatu hal dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu, entah itu sebuah kebiasaan, kewajiban, cuaca ataupun kondisi di  bumi ini. Pada akhir tahun 2019, ditemukan sebuah virus yang bernama corona atau biasa dikenal dengan sebutan covid 19, virus tersebut memiliki gejala yang mirip dengan influenza, akan tetapi virus tersebut lebih mudah menular ke orang lain.

Indonesia secara resmi pernah mengambil kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19, mulai dari PSBB, PPKM, PPKM Mikro, PPKM Darurat, hingga PPKM level 4. Kebijakan tersebut menyebabkan beberapa perubahan terhadap kebiasaan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah perubahan perilaku konsumen, menurut buku Consumer Megashift 100 karya Yuswo Hady, ada 100 perubahan besar perilaku konsumen akibat pandemi, 100 perubahan besar tersebut dirangkum menjadi 4 atau biasa dikenal dengan the 4 Consumer Megashift – perubahan perilaku konsumen.

Anda Juga Bisa Membaca : Marketplace Membunuh UMKM, Betulkah ?

Istilah “rumahku surgaku” di era pandemi memberikan makna yang berarti, pada saat ini  seluruh anggota keluarga disatukan kembali di dalam rumah. Sebelum pendemi masyarakat sibuk kerja, larut malam baru kembali ke rumah. Sementara anak-anak sepanjang hari disibukkan dengan sekolah dan kursus ini-itu. Setelah pandemi, fungsi rumah berubah secara fundamental menjadi sesungguh-sungguhnya rumah.

Sebelum pandemi rumah adalah “house” atau tempat numpang tidur. Namun di era pandemi, rumah betul-betul menjadi “home” tempat seluruh anggota keluarga membangun connection, attachement …and love. Namun tidak semua mengalami hal postif dengan adanya pandemi, sebagian besar masyarakat harus melakukan adaptasi dengan cepat, ketika selama ini mereka bekerja di kantor dan bisa fokus, pada saaat ini mereka dapat terganggu dengan aktifitas keluarga di rumah.

Anda Juga Bisa Membaca : Strategi Pemasaran Terbaik Melalui Instagram

Hasil riset yang disampaikan pakar marketing Inventure Consulting Yuswohady, melalui video conference menyampaikan bahwa dampak pandemi ini membuat gaya hidup menjadi berpusat dirumah dan berubah menjadi gaya hidup ala New Normal, artinya gaya hidup baru inilah yang akan menjadi landasan terbentuknya stay at home economy.

Dikutip dari  buku 30 Consumer Behavior Shiftings Welcome the New Normal, Yuswohady bersama 3 rekannya Farid Fatahillah, Amanda Rachmaniar serta Isti Hanifah, menulis 4 megashift dalam risetnya. Adapun 4 Consumer megashift – perubahan perilaku konsumen adalah :

1. Megashift : Stay at Home Lifestyle

Consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen pertama : stay at home. Sebelum pandemi, banyak aktivitas yang dilakukan di luar rumah, seperti bekerja, sekolah, belanja, beribadah dan lain sebagainya. Akan tetapi, di kondisi seperti saat ini, para masyarakat harus tinggal dirumah dan melakukan berbagai aktivitas didalam rumah. Selain untuk menghindari virus covid 19, larangan untuk keluar rumah juga dapat mempererat hubungan antar anggota keluarga, karena jika kondisi normal para orang tua akan sibuk bekerja dan anak mereka sibuk dengan sekolah sehingga sangat jarang mereka dapat berkumpul. Di era pandemi seperti ini, ungkapan “home sweet home” bukanlah ungkapan semata, para anggota keluarga merasakan keindahan dan kenyamanan didalam rumah dengan anggota keluarga yang lengkap. Berbulan bulan tinggal dirumah memunculkan kebiasaan yang sebelumnya sangat jarang dilakukan. Ibu-ibu milenial biasanya lebih memilih untuk menjadi wanita karir daripada berdiam diri dirumah, kesibukan tersebut menyebabkan mereka jarang sekali memasak dirumah, mereka lebih sering untuk beli diluar, apalagi sekarang ada layanan seperti Grabfood dan Gofood, sehingga budaya memasak dirumah tidak dilakukan lagi. Akan tetapi dengan adanya pandemi seperti ini, para ibu milenial membangkitkan kebiasaan memasak dirumah, karena mereka khawatir tentang kehigenisan makanan yang ada diluar.

Strategi Pemasaran Cafee Menghadapi Pandemi Covid-19

2. Megashift : Back to Bottom of The Pyramid

Consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen kedua piramida terbalik. Pada tahun 2017, Indonesia telah memasuki era leisure economy yaitu sebuah kondisi dimana liburan, aktualisasi diri, hiburan dan self-esteem mendominasi perputaran uang di konsumen Indonesia. Di era itu, kebutuhan konsumen sudah berada di puncak piramida Maslow yaitu self-esteem dan self-actualization. Liburan tidak lagi dilakukan sesekali tapi sudah menjadi hal yang biasa dan rutin dilakukan, apalagi sekarang sudah ada media sosial seperti Instagram yang membuat para penggunanya ingin memamerkan tempat liburan. Ketika pemerintah mengumumkan kasus pertama covid 19, kebutuhan konsumen berbalik secara instan, yang awalnya berada di puncak Piramida Maslow, langsung terjun ke dasar piramida.

Consumer megashift - pergeseran besar perilaku konsumen
Teori Kebutuhan Maslow

Back to bottom of the pyramid merupakan sebuah kondisi dimana daya beli dan kebutuhan masyarakat yang sebelumnya sangat banyak menjadi kebutuhan dasar saja, maksudnya adalah para masyarakat hanya membeli apa yang mereka butuhkan. Seperti kebutuhan pangan, kebutuhan kesehatan, serta kebutuhan internet. Masyarakat melakukan hal tersebut untuk menghemat pengeluaran , masyarakat takut jika kehilangan pekerjaan secara tiba tiba karena krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

Consumer megashift - pergeseran besar perilaku konsumen
Piramida terbalik tori kebutuhan maslow

Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf

  1. Megashift : Go Virtual

Consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen ketiga : digitalisasi. Sebelum masa pandemi, aktivitas harian seperti belanja, belajar, rapat, memesan makanan, konsultasi dokter, berolahraga, hingga bersosialisasi dilakukan secara langsung, akan tetapi di masa sekarang masyarakat dituntut untuk melakukan kegiatan tersebut secara online atau daring menggunakan laptop dan smartphone. Pembelian di online shop yang biasanya berupa barang sekunder, sekarang menjadi barang primer seperti vitamin, masker dan lain lain. Proses belajar mengajar yang sebelumnya bertatap muka secara langsung menjadi bertatap muka secara online melalui google meeting dan zoom, dengan tuntutan go virtual tersebut, para masyarakat memiliki kebiasaan untuk mengoperasikan gadget, masyarakat menjadi melek teknologi sehingga menjadikan sumber daya manusia lebih maju.

Strategi Bisnis Terbaik Menghadapi Webrooming Dan Showrooming

  1. Megashift : Empathic Society

Consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen keempat : empati. Krisis Covid 19 merupakan sebuah bencana yang sangat besar karena bencana tersebut memakan banyak korban jiwa. Pandemi Covid 19 tidak hanya mengancam Kesehatan, tetapi pandemi juga mengancam keberlangsungan ekonomi di Indonesia. Sangat banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan jatuh miskin. Akan tetapi jiwa masyarakat Indonesia yang suka tolong menolong sedikit meringankan beban masyarakat yang ekonominya menurun. Para masyarakat memiliki rasa kepedulian dan empati sehingga melakukan gerakan kemanusiaan seperti donasi dan berbagi sembako. Pandemi melahirkan empathic society yang penuh empati, welas asih dan solidaritas sosial.

Solusi Terbaik Mengelola Keuangan Di Masa Pandemi

Consumer megashift - pergeseran besar perilaku konsumen
4 Consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen

Pandemi memiliki hikmah tersendiri bagi masyarakat, akan tetapi bagi suatu perusahaan pandemi merupakan suatu hal yang meresahkan karena pandemi membuat perubahan consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen, hal ini dapat membuat sebuah perusahaan menjadi bangkrut. Para perusahaan harus bisa mengatur strategi untuk mengatasi hal ini, mereka harus bisa memahami Consumer megashift – pergeseran besar perilaku konsumen sehingga mereka bisa menentukan strategi apa yang tepat supaya perusahaan mereka tetap kokoh, contohnya saja seperti pizza hut, mereka mengirim para karyawannya ke jalan untuk menawarkan pizza mereka dengan harga yang sedikit lebih murah, Mc D dengan strategi McD Feat BTS, Restoran restoran bekerja sama dengan Go Food, Grab Food dan Shopee Food.
Anda juga membaca : Shopee Food VS Hegemoni Go Food dan Grab Food

 

Sumber : www.yuswohady.com

Comment here