Motivasi Hari Ini

Faktor Faktor Yang Menghambat Kesuksesan

Spread the love

Pada setiap individu diri kita memiliki potensi yang berbeda beda, terkadang kita sadar akan potensi tersebut , namun sebagian besar dari kita tidak sadar akan potensi yang kita miliki, apabila kita mengetahui potensi yang ada pada diri kita maka selayaknya kita asah dan kembangkan potensi tersebut, karena dengan mengasah potensi yang kita miliki kita akan dengan mudah menggapai kesuksesan yang kita inginkan,  namun terdapat faktor yang dapat menghambat kesuksesan kita. Ketika kita tidak sadar dan justru membiarkan faktor ini berkembang, kita akan semakin jauh dari puncak impian. Sebaliknya, jika sejak awal kita sudah bisa mendeteksi faktor ini maka kita bisa mengantisipasinya dan mengubahnya menjadi energi positif

Faktor faktor yang menghambat kesuksesan ini bukan hal yang nampak secara fisik sehingga mudah kita ketahui, faktor ini bisa diatasi dengan kesadaran diri dan mengubahnya menjadi hal yang positif. Sebab, wujud dari faktor ini adalah lintasan pikiran negatif dan pesimistis. Adapun cara merubahnya adalah kita harus mendeteksi terlebih dahulu apa saja faktor yang menjadi penghambat kesuksesan kita, kemudian kita segera mengobatinya dengan latihan berpikir positif setiap hari

Lantas, apa saja sih faktor faktor yang menghambat kesuksesan kita ? Dan bagaimana cara kita mengatasinya? Berikut adalah ulasannya :

1. Blame

yaitu kebiasaan suka menyalahkan. Ketika kita merasakan hal ini kita selalu menyalahkan banyak hal di luar diri kita. Pada saat seperti itu, kita melihat segala hal di sekitar kita tidak ada yang benar. Sehingga, kita berkata, “kok begini sih?, kok begitu sih?”

Sebagai contoh kita menyalahkan kondisi keluarga, karena kita berfikir kesuksesan itu bisa diraih bila keluarga harmonis, kaya, dan terpandang. Ketika kondisi keluarga tidak seperti yang kita inginkan, kita tidak mau bergerak dengan alasan keluarga tidak bisa memberikan fasilitas apa pun.

Contoh lain adalah ketika mahasiswa yang tidak kunjung menyelesaikan skripsinya dan menyalahkan teman, keluarga dan hal lainnya. Jika memang faktor tersebut menjadi alasan kenapa mahasiswa lain yang mengalami hal yang sama dapat lulus menjadi sarjana.

Kita sering terjebak pada pola pikir seperti itu, maka yang harus kita lakukan adalah cukup mengatakan, “Ini adalah kondisi terbaik untuk memulai.” Ya, yakini bahwa tidak ada kondisi terbaik, selain kondisi saat ini. Artinya, kita sudah bisa melakukan banyak hal untuk meraih impian.

2. Excuse

alias banyak alasan. Cirinya, kita mudah menyerah. Ketika kita ketemu rintangan atau kendala, dengan sangat mudah kita berkata, “Wah, ternyata banyak sekali, ya, kendalanya. Aku tidak mungkin sukses kalau seperti ini,”

Faktor ini pula yang sering menghambat kita tidak bisa meraih kesuksesan. Misalnya, mahasiswa tidak berhasil merampungkan skripsinya, karena alasan dosen pembimbing sulit ditemui dan banyak koreksi tulisannya. Calon pengusaha tidak bergegas melakukan sesuatu, karena alasan tidak punya modal. Karyawan tidak bisa meraih jenjang karier yang lebih tinggi, karena beralasan kalau dirinya tidak cocok jadi pemimpin. Kalau kita sering mendapati faktor ini, maka kita harus mencoba mengatakan pada diri sendiri, “Aku mau mencobanya.” Ya, karena yang kita butuhkan hanyalah mencobanya. Kita tidak akan pernah tahu hasilnya ketika kita hanya memikirkannya saja. Kita boleh saja mengukur diri dan menyiapkan segala sesuatunya, tetapi jangan jadikan hal itu sebagai penghambat kemajuan kita. Maka, katakanlah, “Aku mau mencobanya.”

3. Delay

alias suka menunda. Yakni, kita dengan mudahnya mengatakan, “Ah, nanti saja, ya.” Persis ketika kita mendengar suara adzan, dan berkata santai di dalam hati, “Nanti aja ah shalatnya. Waktu shalatnya juga masih panjang.”

Pada kasus yang sangat lazim terjadi seorang pelajar yang suka menunda belajar karena ingin belajar menjelang ujian. Namun, apa yang terjadi? Malam menjelang ujian, justru hujan deras dan mati listrik, akhirnya tidak bisa belajar dengan maksimal. Seorang karyawan yang suka menunda laporan harian karena berpikir akan merekap akhir bulan. tetapi faktanya dia tidak berhasil merampungkan laporan kerjanya hanya dalam waktu satu hari saja.

Jika kita suka menunda pekerjaan, katakanlah kepada diri sendiri, “Aku mau segera melakukannya. Kalau kita sudah terbiasa menunda, kita akan malas untuk melakukannya. Jadi, segera lakukan apa pun yang harus kita lakukan. Bergegas bertindak, lekas lakukan, dan segera tuntaskan.

Kalimat yang harus kita ubah

“Kondisinya, kok, seperti ini, ya?” kita ubah menjadi  “Ini adalah kondisi terbaik untuk memulai.”

“Ternyata, banyak sekali kendalanya.” Kita ubah menjadi “Aku mau mencobanya.”

“Ah, nanti saja, ya.” Kita ubah menjadi “Aku mau segera melakukannya.”

4. NATO No Action Talk Only

Terkadang kita punya rencana apa yang harus kita capai dalam 1, 2, 3 bahkan 5 tahun kedepan, banyak dari mahasiswa yang memiliki keinginan ingin lulus kuliah (wisuda) dalam waktu 8 semester atau 4 tahun, diantara mereka ada yang lulus lebih cepat yaitu 7 semester atau 3,5 tahun, ada yang lulus 4 tahun dan tidak sedikit yang lulus lebih dari 4 tahun. Mungkin diantara kita sudah memiliki rencana apa yang harus dicapai dalam 10 tahun kedepan, 5 tahun kedepan atau 1 tahun kedepan, banyak diantara kita yang sudah mencapainya dan tidak sedikit pula yang terlambat atau gagal mencapai tujuan yang kita rencanakan. Apa sih yang dapat menghambat acievment kita ? salah satunya adalah kita tidak melakukan action.

NATO No Action Talk Only, slogan ini sangat sesuai pada keadaan kita yang tidak mencapai tujuan kita. Jika Anda sering melihat profil orang-orang sukses, maka Anda pasti tahu, kebanyakan dari mereka tidak suka ‘berceloteh’ dengan topik yang tidak penting. Orang-orang seperti itu lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan melakukan hal bermanfaat. Salah satunya dengan membaca untuk menambah wawasan atau, tentu saja, bekerja.

Nah, slogan ini, apabila dibalik, tentu akan menghasilkan kebalikannya pula. Jika seseorang lebih banyak menghabiskan waktu untuk beraksi, maka dia tidak akan menggunakan waktu dan tenaganya untuk melakukan hal yang bermanfaat.

Ada sebuah kisah nyata, ada seorang pemuda sederhana dari keluarga apa adanya. Satu hal yang sangat ia impikan: menjadi seorang penulis buku. Maka, ia pun menulis sebuah naskah dengan tulisan tangan! Sama sekali tidak diketik. Kenapa? Sebab, ia belum punya komputer. Tidak tanggung-tanggung, naskahnya setebal 120 halaman kertas ukuran A4.

Ayahnya pun meneteskan air mata menyaksikan perjuangannya itu. “Insyaallah, kalau sudah ada uang, ayah belikan komputer, ya,” kata sang ayah. Hanya saja, Allah berkehendak lain. Sebelum ia mendapatkan komputer itu, sang ayah meninggal dunia.

Impiannya tidak pernah ia kubur begitu saja. Satu naskah utuh itu akhirnya bisa ia berikan kepada redaksi sebuah penerbit buku Dar tentu saja, redaksi penerbit tersebut menolak naskahnya. Karena memang sudah seharusnya naskah wajib diketik dan ada file-nya.

Dari penolakan itulah ia sadar, ila memang harus segera punya komputer la pun kerja di sebuah percetakan dengan gaji harian. Setidaknya dalam satu bulan ia bisa mendapatkan uang Rp600.000.00 Dan uang itulah, ia menabung sedikit demi sedikit, hingga akhirnya komputer sederhana itu bisa terbeli. Tidak perlu komputer yang canggih, asalkan bisa untuk mengetik naskan saja sudah alhamdulillah.

la ketik lagi naskah yang pernah ditolak penerbit tersebut. Dan alhamdulillah, dengan begitu banyak permintaan revisi dari redak penerbit, akhirnya naskahnya bisa terbit menjadi sebuah buku! Sejak saat itulah, ia mulai rajin mengetik naskah dan setiap tahun buku barunya selalu ada yang terbit dan tersebar di berbagai toko buku nasional

Semakin yakinlah kita sekarang, bahwa segala keterbatasan jangan pernah menghalangi kita untuk berikhtiar meraih impian. Benarlah apa yang dikatakan oleh Earl Nightingale. “Sikap kita terhadap kehidupan in menentukan sikap kehidupan ini terhadap kita” Maka, ingatlah selalu. bahwa tanpa sikap yang positif, teknik terbaik apa pun di dunia ini tidak akan memberikan dampak yang berarti.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk menghindari faktor faktor yang menghambat kesuksesan kita?

  • Kita harus yakin bahwa Allah akan menolong kita dalam meraih impian kita
  • Kita harus menyelesaikan pekerjaan kita meski fasilitas sangat terbatas, mari kita lihat hasil pekerjaan kita dan kita evaluasi
  • Mari kita upayakan perbaikan secara bertahap dan pastikan ada progress (kemajuan)

 

Sumber : Dwi Suwiknyo : LILLAH Sebelum Lelah

Sumber Gambar : Freepik

Comment here