Riset

Jenis Endorser Dan Nama Merk Yang Disukai Oleh Konsumen (Bagian 4- Metode Penelitian)

Spread the love

Kali ini kita akan mengupas metode penelitian dalam artikel ini, bagi anda yang belum membaca artikel sebelumnya maka anda wajib membaca silahkan klik  tulisan dibawah ini untuk membaca ulasan sebelumnya pada riset ini.

Jenis Endorser Dan Nama Merk Yang Disukai Oleh Konsumen (Bagian 3 – Nama Merk)

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu. Disamping itu, metode eksperimen merupakan suatu metode penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel-variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Dalam penelitian ini menggunakan hubungan kausal yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat. Selanjutnya eksperimen akan dilakukan dengan menggunakan iklan dengan endorser dan merk fiktif. Hal ini bertujuan untuk menghindari bias yang dimungkinkan terjadi jika menggunakan iklan dengan dan merek yang endorser telah ada dan telah dikenali sebelumnya.

Desain Eksperimental

Eksperimen ini menggunakan 2 x 2 yaitu 2 (endorser: foreign endorser dan domestic endorser) x 2 (brand name : foreign brand name dan domestic brand name) desain between-subject. Untuk eksperimen ini media iklan yang digunakan adalah iklan cetak, variabel endorser yang digunakan terdiri dari dua yaitu foreign dan domestic. variabel brand name yang digunakan terdiri dari dua yaitu foreign dan domestic, variabel involvement terdiri dari dua high dan low. Penggunaan endorser brand name yang fiktif bertujuan untuk menghindari bias yang terjadi jika partisipan telah mengenal endorser dan sebelumnya. Penggunaan iklan brand name dengan kombinasi antara dan endorser brand name belum ditemukan dalam beberapa studi terdahulu khususnya penggabungan dua perbandingan yaitu foreign endorser dan domestic endorser serta perbandingan foreign brand name dan domestic brand name, Oleh karena itu, cukup menarik jika dalam penelitian ini digunakan perbandingan endorser dan brand name sebagai objek penelitian.

Stimulus

Stimulus yang digunakan adalah iklan cetak dalam keadaan tidak berwarna atau hitam putih (Gray Scale), hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika partisipan telah familiar dengan iklan, karena jika partisipan telah mengetahui atau familiar dengan iklan akan terjadi bias dalam penelitian. Dalam penelitian ini partisipan diminta untuk mengamati iklan cetak dengan kondisi hitam putih (Gray Scale)

Kontrol

Kontrol atau dalam eksperimen merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan, sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar atau faktor lain yang tidak diteliti. Adapun control dalam penelitian ini adalah usia dan jenis kelamin mahasiswa.

Seleksi Partisipan
Partisipan yang akan dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Universitas Airlangga, menurut (podsakoff dan dalton 1987) mahasiswa digunakan dengan alasan ketersediaan, kemudahan, murah, dan lebih dapat dikendalikan. Sehingga dapat diperkirakan 89,5% riset organisasional dan individu dengan metode eksperimen menggunakan siswa/ mahasiswa sebagai subjek. Berdasarkan riset para ahli tersebut penulis menyatakan bahwa, sampel mahasiswa dan non mahasiswa pada dasarnya sama-sama dapat memberikan sumber informasi berguna tentang berbagai proses psikologis, selain daripada itu pemilihan mahasiswa sebagai partisipan dilakukan karena peneliti dapat mengontrol variabel lain yang mungkin menggangu, seperti usia atau pendapatan, dimana peneliti mengasumsikan usia dan pendapatan mahasiswa tidak jauh berbeda. Pemilihan responden yang seluruhnya mahasiswa juga dikarenakan untuk mengurangi confounding effect, yang bisa disebabkan karena perbedaan karakteristik populasi. Mahasiswa juga dinilai lebih homogeny secara usia, pendapatan, gaya hidup, dll. Disamping itu pemilihan mahasiswa juga dimaksudkan untuk kemudahan akses dalam penelitian. Meskipun demikian penelitian ini tidak bisa digeneralisasikan, karena pada dasarnya penelitian eksperimen bukan bertujuan untuk menggenerelasikan hasil penelitian dalam suatu kelompok yang mewakili masyarakat, melainkan untuk mengetahui bagaimana hasil penelitian di dalam kelompokkelompok tertentu yang mewakili karakteristik homogeny. Total responden dikelompokkan secara acak ke dalam 8 kelompok perlakuan. Disain factorial dalam penelitian ini adalah 2 (endorser domestic dan foreign) x 2 (Brand foreign dan domestic ) x 2 (Produk low involvement dan high involvement ). Masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 30 orang. Setiap responden menerima satu buah iklan.

Cek Manipulasi

Cek manipulasi dilakukan untuk mengetahui apakah manipulasi yang dilakukan dalam peneltian ini sudah sesuai dengan persepsi dan pemahaman partisipan serta memastikan bahwa partisipan mengerti apa yang dimaksud khususnya dalam kategorisasi dari endorser dan brand name. Cek manipulasi diperlakukan terhadap variabel bebas. Cek manipulasi dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada partisipan mengenai kategori dari endorser, brand name, involvement, dan kesesuaian endorser dengan produk yang diiklankan.

Prosedur Pengumpulan Data

Secara garis besar, pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pretest dan main test. Tahap pre-test dimaksudkan sebagai penelitian pendahuluan untuk mengetahui sejauh mana responden menanggapi dan memahami kuesioner yang diberikan, terutama untuk mengukur sejauh mana responden mampu memahami iklan terutama mengenai , endorser, brand name, dan involvement. Selain itu pre-test juga bertujuan untuk mengukur tingkat validitas dari beberapa indikator dalam kuesioner. Jumlah sample yang digunakan dalam ini sebanyak 80 responden dengan pre-test, keseluruhan responden merupakan mahasiswa Universitas Airlangga. Tahap main test atau penelitian utama dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 240 partisipan atau responden. Sesuai dengan desain eksperimen,serta metode yang digunakan between-subject, maka jumlah responden dalam penelitian ini dibagi ke dalam delapan kelompok besar, tiap kelompok terdapat tiga puluh responden dan diberikan perlakuan iklan yang berbeda di tiap kelompoknya. Pemilihan responden dilakukan secara acak (random) namun tetap merupakan mahasiswa random Universitas Airlangga.

ARTIKEL LENGKAP DAPAT DILIHAT DISINI (KLIK TULISAN INI)

Demikian ulasan artikel dari bagian 1 hingga 4, semoga bermanfaat bagi para pembaca, khsususnya bagi yang ingin meneliti tentang iklan, endorser, dan minat beli pelanggan, selain itu semoga praktisi , pebsnis dan pengusaha dapat melaksanakan rekomendasi dari peneltian ini.

Dari hasil pengolahan dan analisa data, dapat disimpulkan bahwa iklan menggunakan foreign endorser (endorser dari luar) dan foreign brand name (nama merk berbahasa asung) adalah saran terbaik bagi pemasar untuk digunakan dalam periklanan, baik untuk barang yang high maupun low involvement

Comment here