Motivasi Hari Ini

Kebaikan Yang Melalaikan

Spread the love

Pernah datang tiga orang yang menanyakan tentang aktivitas Rasulullah selama di rumah. Karena tidak bertemu dengan beliau, maka mereka bertanya kepada Aisyah R.A.H. tentang bagaimana ibadah beliau. Setelah mereka mendapatkan jawaban. mereka merasa bahwa ibadah mereka selama ini sangat kurang sekali.

Salah seorang dari mereka berkata, “Di manakah kedudukan kami dibandingkan dengan Nabi? Padahal beliau telah diampuni dosa dosanya yang lalu maupun yang akan datang”

Kemudian, salah seorang lagi mengatakan, “Aku akan shalat malam terus menerus, tanpa tidur.” Sedangkan yang lain menimpali. “Aku akan puasa terus menerus tanpa berbuka” Satunya lagi sampai bersumpah, “Aku tidak akan menikah selama-lamanya.”

Mendengar kabar tersebut. Rasulullah pun akhirnya menemui mereka. Beliau berkata, “Kaliankah yang mengatakan begini dan begini? Adapun diriku, demi Allah, aku adalah orang yang paling takut dan paling takwa kepada-Nya, tetapi aku berpuasa, juga berbuka. Aku shalat dan aku juga tidur dan aku menikahi wanita. Barang siapa membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.” (Muttafaqun ‘ alaih).

Begitulah tegasnya Rasulullah perihal keseimbangan hidup Rasulullah beraktivitas layaknya manusia lainnya. Sebab, risalah yang beliau bawa ialah risalah terbaik sebagai penyempurna risalah-risalah sebelumnya. Beliau mengajarkan tentang pentingnya sikap hidup tawazun (keseimbangan)

Sedangkan kondisi saat ini justru berkebalikan dari zarnan dahulu. Dulu orang-orang lebih condong dalan urusan ibadah hingga berbondong bondong meninggalkan aktivitas dunia Sekarang orang-orang sangat profesional kalau urusan dunia, tetapi sangat amatir jika melaksanakan ibadah

Maka perlu kita ingat ulang ketegasan Rasulullah . ” Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan “

Cukuplah kita beribadah dan beraktivitas sehari-hari sesuai kadar/ kemampuan janganlah kita melakukan keduanya hingga melampaui batas dan berlebih-lebihan. Selain hal itu akan menyusahkan diri kita sendiri tentu saja semangat yang berlebihan dapat menyebabkan kebosanan. Dan, sudah sepatutnya kita menjaga kondisi fisik agar bisa pada hari berikutnya tetap bisa menjalankan aktivitas secara baik.

Sumber : Lillah sebelum lelah – dwi suwiknyo

Comment here