Marketing UpdateReview

Marketplace Membunuh UMKM, Betulkah ?

marketplace membunuh UMKM, betulkah ?
Spread the love

Pada bulan Februari kita mungkin pernah mendengar atau melihat sebuah kalimat  #ShopeeBunuhUMKM yang menjadi trending di kalangan dunia pengusaha UMKM, jika kita membicarakan fenomena ini, dalam pidatonya Presiden Jokowi: Ada yang Tidak Benar di Perdagangan Digital, Bisa Membunuh UMKM, menyampaikan bahwa perdagangan digital di indonesia jangan sampai membunuh UMKM. Jaya Setia  budi menyampaikan dalam vlog nya : Mr Hu, Shopee Bunuh UMKM. Solusinya apa? , salah satu market place mengimpor produk-produk dari Cina, pihak shopee menyampaikan bahwa mereka mengembangkan UMKM, 97 % penjualan yang terjadi di shopee di Indonesia datang dari dalam negeri . Shopee juga membayar pajak sebesar 17,5% dari kuota impor yang tadinya 75 dolar sekali masuk per barang, sekarang diturunkan menjadi 3 dolar sudah kena pajak sebesar 17,5% , meskipun sudah kena pajak 17,5%, harga prdoduk impor masih bisa bersaing, seandaianya pajak dinaikkan menjadi 100% pun harga mereka masih lebih murah dibandingkan produk buatan Indonesia sendiri. Memang mudah jualan di marketplace, tinggal upload produk, pembeli akan datang dan cekout / beli, tidak membutuhkan ilmu marketing yang rumit, karena di sana berkumpul penjual dan pembeli. Ada banyak promo, fasilitas free ongkir, fitur – fitur yang keren luar biasa, juga banyak kemudahan lainnya. Banyak juga yang terjebak perang harga, selisih sekian ratus rupiah lebih rendah aja penjualannya bisa sangat signifikan, cara ini tentu saja tidak sehat untuk jangka panjang dalam bisnis, Kalau begini kita sendiri juga salah, tidak sepenuhnya marketplace yang salah, kita salahkan diri sendiri juga karena tidak mau berkembang, merasa nyaman, & cuma mengandalkan platform marketplace (MP) saja, jadi marketplace membunuh UMKM, betulkah ?

Ada beberapa seller (penjual di MP) gelisah, kenapa ? karena mereka mulai mendapat banyaknya batasan dan  aturan yang terus berubah, beberapa hari akun jualan mereka dibatasi, pernah juga diblokir. Mereka tidak bisa berjualan beberapa hari, melayanglah puluhan juta per harinya, belum lagi perang harga, calon pembeli atau pembeli yang tidak loyal dengan kita, baru scroll ke bawah lihat harga lebih murah aja langsung pindah ke lain hati dan masih banyak lagi. Penulis juga mengalami bahwa persaingan di market place adalah persaingan harga, sehingga penulis mulai beralih dari market place ke media lainnya seperti Face Book , InstaGram , dan website, hal ini bukan berarti berjualan di market place tidak direkomendasikan, ada beberapa cara agar anda bisa eksis di MP, beberapa teman penulis masih eksis berjualan di marketplace dan penjualannya semakin meningkat, jadi marketplace membunuh UMKM, betulkah ?

Baca juga Strategi Bisnis Terbaik Menghadapi Webrooming Dan Showrooming

Indonesian E commerce Association menyampaikan bahwa hanya 6 sampai 7% kontribusi produk lokal dari semua produk yang listing di online marketplace (MP) di Indonesia,  artinya sebagian besar produk yang dijual di MP adalah produk impor . Sekarang ini kita berjuang dari penjajahan, penjajahan saat ini bukanlah penjajah fisik, namun dalam hal ekonomi kita sudah dijajah, memang ada yang mengatakan kita konsumen diminta untuk membeli produk Indonesia, tapi produk Indonesia harus ditingkatkan , harga harus lebih murah, atau lebih bagus dari barang impor. Dalam hal ini kita harus berhati-hati, ini artinya anda hanya memikirkan masalah murah dan untungn buat anda, anda tidak memikirkan untung buat rakyat indonesia atau industri di sekitar kita, karena kita lebih memilih barang / penjual  impor yang lebih murah dibanding barang lokal / penjual lokal

Mengapa barang barang dari cina / tiongkok sangat murah

  1. Mereka memiliki mesin-mesin produksi modern
  2. Pemerintahan mereka mendukung dan memepermudah ekspor yang meringankan mereka, dan pemerintah mereka mempersulit impor.

Darimana mendapatkan keuntungan di market place jika terjadi perang harga

kita ambil studi kasus di market place sebuah produk dijual dengan harga eceran Rp. 230.000 jiak anda mengambil /membeli dengan jumlah minimum 2000 pcs Anda mendapatkan diskon 50% yaitu Rp120.000/ pcs,  tenryata di MP (market place) ada yang menjual Rp125.000 cuman untung Rp5.000 doang dan ini membanting harga dari harga official Store.

Bagaimana jika ada seller yang menjual dibawah harga jual terendah ? (hal ini sangat sering kita temukan), seller tersebut menjual dengan harga Rp.113.000, padahal HPP ( Harga pokok penjualan atau harga produksi) adalah Rp120.000,  Sebetulnya mereka (importir) punya hitung-hitungan sendiri, diantaranya mereka mendapatkan keuntungan dari diskon ongkos kirim, artinya mereka mendapatkan keuntungan secara indirect atau tidak langsung yaitu dari keuntungan ongkos kirim yang volumenya besar, maka tidak heran mereka bisa menjual sampai puluhan ribu pcs, dari situ produk-produk yang lain akan mereka banting harganya, sehingga produk pertama akan laris produk lain juga laris (karena harga yang murag). Jika ada laporan dari buyer kepada market place, terkadang direspon dengan lambat, mengapa ? karena market place (MP) masih dapat komisi dari penjualan yang yang senilai 3 sampai 7%. Hal ini bagi UKM Indonesia tidak sehat, jadi marketplace membunuh UMKM, betulkah ?

Masih banyak teman – teman UMKM masih kesulitan membangun traffic, sistem, brand yang kuat, dan yang hanya mengandalkan marketplace untuk berjualan, serta tidak ada kemauan untuk lebih berkembang, mungkin sudah karena terlalu nyaman sehingga malah malas belajar

Apa solusinya ?

  1. Dari segi pemerintah hendaknya melarang impor produk yang bersinggungan langsung dengan UMKM contohnya fashion dan kuliner,
  2. Kebijakan pemerintah memperpermudah impor untuk produk penunjang produksi seperti mesin produksi atau bahan-bahan baku dalam produksi yang masih belum bisa diproduksi di Indonesia atau tidak efisien jika diproduksi di Indonesia
  3. Kita sudah memulai menciptakan kemandirian, ketergantungan dengan MP mulai kita kurangi, Kita di marketplace hanya menjadi partisipan, di mana pasar tersebut bukan milik kita, dan cukup sulit untuk kita kendalikan, kebanyakan dari kitahanya berjualan di situ. Kita mulai membangun traffic/pengunjung/pembeli sendiri dari sosial media ke website atau Contact Person kita sendiri, bisa dengan iklan atau cara organic (tanpa iklan), jika kita konsisiten kita akan berhasil, kita kuasai dan kelola sendiri database ang masuk di kita, kita bangun brand sendiri, tanpa tergantung dengan platform marketplace atau platform yang tidak sepenuhnya kita miliki atau kita kuasai sendiri penggunaannya. Kita bisa mulai membuat konten-konten yang bermanfaat untuk menarik trafic atau menggunakan influencer lokal, investor-investor tanah air , menggunakan sosial media buatan Indonesia., kita ingin bisnis kita bertahan lama dan terus bertumbuh, kita juga bisa memanfaatkan database pembeli kita di marketplace untuk kita jalin komunikasi di platform yang kita bangun, kita kumpulkan mereka, kita kirimin ucapan atau reminder misalnya, kita jalin hubungan baik dengan mereka biar mereka loyal dan beli lagi beli lagi, mengapa demikian, karena Marketplace aja bakar uang triliyunan buat punya database itu, masak iya kita gak ngapa- ngapain ?
  4. Kita menjadi distributor produk produk UMKM Indonesia, atau menjadi reseller, kita mengatur strategi yang kita biuat dan tentukan sendiri
  5. Kita membuat produk atau brand kita sendiri, hal ini perlu riset dan effort yang besar

‘ Memang mudah jualan di marketplace, tinggal upload produk, pembeli akan datang dan cekout / beli, tidak membutuhkan ilmu marketing yang rumit, karena di sana berkumpul penjual dan pembeli. Ada banyak promo, fasilitas free ongkir, fitur – fitur yang keren luar biasa, juga banyak kemudahan lainnya. Banyak juga yang terjebak perang harga, selisih sekian ratus rupiah lebih rendah aja penjualannya bisa sangat signifikan, cara ini tentu saja tidak sehat untuk jangka panjang dalam bisnis.’

Berjualan di MP masih tetap memberikan peluang kita untuk mendapatkan profit, berikut adalah strategi yang bisa dilakukan :

  1. Anda harus memiliki kontak langsung dengan Principle / pabrik, anda dapat memebeli langung dari mereka atau mejadi distributor resmi / official distributor mereka, dengan begitu anda akan mendapatkan harga HPP yang murah, bahkan anda akan mendapatkan komisi atau potongan harga jika memenuhi target.
  2. Buatlah konten yang menarik, seperti gambar yang bagus , deskripsi yang lengkap dan jelas, sehingga konsumen bisa mngerti produk yang anda jual
  3. Ikutilah semua Campaign / kampanye yang ditawarkan MP seperti ; free shipping / gratis ongkir, diskon / potongan harga , flash sale, dan lainnya
  4. Buatlah produk bundling ; menggabungkan satu produk dengan produk pelengkap sejenis (komplementer) misalnya anda menjual baju di bundling dengan celana atau dengan ikat pinggang, atau dengan topi

Mari memulai membangun jalur penjualan sendiri, kita  perbanyak saluran distribusi, tidak harus langsung meninggalkan marketplace, kita lakukan penyesuaian, kita bangun sistem bisnis kita, kita bangun brand kita, bisa brand toko atau brand produk. Janganlah kita hanya mengandalkan satu keran / sumber pendapatan , mari kita buka keran lain yang lebih mudah kita kendalikan airnya, siapa tahu akan lebih deras dan jernih airnya. Jadi marketplace membunuh UMKM, betulkah ? anda yang dapat menentukannya. Demikian rekomendasi yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Sumber : Saptuari Sugiarto dan Jaya Setiabudi

Comments (3)

  1. Keren prof tulisannya. Saya jadi dapat pencerahan. Syukron…

Comment here