Manajemen PemasaranReviewStrategi Pemasaran

Resensi Buku Marketing 5.0

Spread the love

Buku Marketing 5.0 Technology for Humanity karangan Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan telah diluncurkan, buku ini adalah buku yang ketiga dari trilogy buku marketing yang sudah diterbitkan yaitu Marketing 3.0, customer to the human spirit.   Marketing 4.0, from traditional to digital,  dan sekarang Marketing 5.0, Technology for Humanity.

Kami akan mengulas singkat tentang buku ini, dalam buku ini, penulis menjelaskan tentang optimalisasi penggunaan teknologi untuk keperluan pemenuhan kebutuhan manusia. Jika anda memiliki usaha / bisnis, dan anda menginginkan bisnis anda maju, selalui mendahului pesaing, memiliki keunggulan yang kompetitif dan mendapatkan income yang optimal, maka anda harus mengoptimalkan dan mengkolaborasikan dua elemen khusus yaitu Human (Manusia) dan Teknologi, kekuatan human harus bisa ditopang dengan kekuatan teknologi.

 

Kekuatan teknologi apa saja yang bisa menunjang kinerja human / manusia?

1. Artificial Intelligence (AI)

Teknologi yang ada sebenarnya terinspirasi dari kekuatan manusia, Teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan meniru kekuatan berfikir manusia, AI bekerja berdasarkan algoritma, teknologi AI ini bekerja seperti fikiran manusia. hal-hal yang memungkinkan mesin untuk belajar dari pengalaman, dengan cara menyesuaikan input-input yang baru, serta melaksanakan tugas yang biasa dikerjakan oleh manusia.

Sebagai contoh komputer atau mobil. Teknologi komputer bisa digunakan secara khusus untuk menyelesaikan tugas dengan cara memproses data serta mengenali pola di dalam data tersebut.

2. Natural Language Processing (NLP)

Natural Language Processing (NLP) meniru kemampuaan manusia dalam berkomunikasi, disini NLP bisa memahami pola pembicaraan kontekstual, baik secara lisan maupun tulisan.  NLP adalah cabang dari kecerdasan buatan yang berhubungan dengan interaksi antara komputer dan manusia menggunakan bahasa alami. NLP digunakan untuk mengukur sentimen dan menentukan bagian mana dari bahasa manusia yang penting. Sebagai contoh NLP digunakan pada aplikasi Google Translate.

3. Sensor Robotik

Adalah kekuatan teknologi yang mengadopsi kemampuan manusia merasakan lingkungan sekitar dengan panca indra . Sensor robotik adalah sensor yang digunakan untuk mengestimasi kondisi dan lingkungan robot. Sinyal ini dilewatkan ke controller untuk memungkinkan perilaku yang sesuai. Salah satu contoh sensor robotik adalah Touch Sensor, yaitu jenis sensor yang akan mendeteksi ketika disentuh, ibarat kulit. Touch Sensor pada dasarnya adalah sakelar yang memiliki berbagai jenis bentuk. Pada robot digunakan untuk mendeteksi objek yang ada, salah satu contoh touch sensor yang paling sederhana adalah Push Button.

4. Augmented Reality

Augmented Reality atau AR diadopsi dari aktivitas manusia yang bisa bermimpi dan kemudian ditiru dalam bentuk mixed reality dengan wujud augmented reality maupun virtual reality. AR adalah teknologi penggabungan secara real-time terhadap digital konten yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata. Augmented Reality memperbolehkan pengguna melihat objek maya 2D atau 3D yang diproyeksikan terhadap dunia nyata. Salah satu contoh AR ada di Instagram. Yatu filter karena tersedianya beberapa filter yang menarik dan menghibur tentunya. Filter-filter tersebut dibuat menggunakan AR sebagai objek 3D dan juga menggunakan sentuhan teknologi AI sebagai logikanya.

5. Internet of Things (IoT)

Internet of things (IoT) mengadopsi kemampuan manusia untuk terhubung satu sama lain, IoT adalah suatu konsep atau program dimana sebuah objek memiliki kemampuan untuk mengirimkan data melalui jaringan tanpa menggunakan bantuan perangkat komputer dan manusia. Contoh IoT adalah anda dapat menjalankan mobil tanpa mengemudi sendiri. Mobil tersebut dapat berjalan sendiri sesuai dengan prosedur dan terprogram dengan baik. Jadi, anda dapat merasakan sensasi seperti pada sistem autopilot di pesawat. Contoh lain adalah sistem lalu lintas dengan IoT, dinas perhubungan mampu mengontrol berbagai sistem lalu lintas saat kondisi macet maupun sepi sehingga mampu mengurangi resiko kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

BACA JUGA APA ITU MARKETING 5.0

 

Terdapat beberapa Elemen dalam Marketing 5.0. yang ditulis oleh penulis, diantaranya

Data-driven marketing

Yaitu aktivitas pemasaran berbasis data, sebelum para eksekutif mengambil keputusan, maka mereka sudah meiliki data, data tersebut yang menjadikan acuan strategi ap yang harus dilakukan oleh tim pemasaran, aktivitas pemasaran jika berbasis data yang akurat dan real time maka tidak akan ditemukan gap waktu yang lebar antara pengumpulan data dengan pengambilan keputusan. Teknologi ini sudah diterapkan oleh beberapa perusahaan, seperti amazon yang mengetahui kebiasaan belanja kita, dan amazon mengtahui buku apa yang akan kita beli bulan depan, selain itu ada juga shopee yang tau karakterk kita serta produk apa yang akan kita beli akan muncul di halaman awal aplikasi tersebut, hal tersebut sesuai dengan data yang telah di gunakan oleh konsumen. Sebuah departement store di Amerika Serikat mampu mengetahui seorang remaja yang hamil di luar nikah dengan menganalisis data pola belanjanya. Berkat teknologi ini mereka lebih dulu mengetahui kondisi remaja tersebut daripada keluarga remaja itu

Predictive marketing

Sebuah teknologi yang memanfaatkan kekuatan analisis untuk memprediksi sebuah hasil. Seperti Pepsi yang menggunakan social data untuk menemukan rasa yang cocok untuk produk snack pendamping / komplementer sesuai dengan keinginan konsumen.

Contextual Marketing.

Teknologi berperan membantu melakukan personalisasi dan kustomisasi produk serta layanan sesuai dengan profil pelanggan. Wallgreens di Amerika sudah menerapkan teknologi ini. Wallgreens menyediakan teknologi yang disematkan dalam sebuah layar kulkas yang bisa mengenali kebutuhan pelanggan melalui face recognition.

Augmented Marketing

Piranti lunak atau software HubSpot yang menggunakan chatbot untuk sales lead. Di sini, lead dikerjakan lebih dulu oleh mesin dan baru kemudian akan diserahkan ke salesman.

Agile Marketing

Yaitu teknologi yang mengacu pada mindset. Dalam organisasi, misalnya, keputusan diambil tidak hanya berdasar pada data tetapi juga kelincahan dalam melakukan eksperimentasi secara sering dan rutin. Contohnya, Zara dimana barang dan desain di outletnya bergerak cepat dan dinamis.

Demikian resensi buku marketing 5.0 karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Anda dapat memesan di amazon.com atau di Markplus, Inc. dan marketeers.com, semoga bermanfaat.

 

 

 

 

Comment here