Motivasi Hari Ini

Riyadloh Kyai

Spread the love

Kamarin saya baru saja memberi khutbah nikah di kecamatan Ngrayun Ponorogo, pulangnya saya diberikan tumpangan oleh Bu Syukri, bu Nyai Gontor yang juga ikut di undang di acara itu. Diperjalanan, Bu Syukri kemudian bertanya tentang keadaan saya, sakit yg saya derita, sampai sejauh mana pengobatan yg saya lakukan. sampai beliau sendiri akhirnya membuka pembicaraan tentang bagaimana kondisi Kyai Syukri ketik sebelum sakit :

“Kamu tahu kenapa pak Syukri itu hampir tidak mau saya temani kalau jalan pagi? Kamu ndak pernah melihat Pak Syukri jalan-jalan pagi saya dampingi kan? Karena beliau melarang saya, alasannya katanya saya nanti pasti ganggu, kalau nggak ngajak omong pasti ganggu yg lain. Beliau mau baca al-fatehah sebanyak 360 Kali setiap perjalanan pagi beliau, dan beliau baru akan berhenti jalan-jalan pagi kalau sudah membaca alfatehah sebanyak itu… “

Saya tercekat, Kyak Syukri yg selama ini dipersepsikan bukan “seperti” Kyai pada umumnya itu, ternyata seperti itu “Ridyadloh”nya. Membaca Al-fatehah sebanyak 360 kali itu bukan perlu waktu sebentar, setidaknya satu sampai dua jam. Dan itu beliau habiskan untuk membaca Alfatehah sebanyak 360 kali. Di saat kita melihat Kyai Syukri hanya sekedar berjalan-jalan dengan waktu susah ditentukan, ternyata ini yang beliau lakukan, Masya Allah…
Dulu di zaman Kyai Zarkasyi masih ada, ada berita yang menyatakan bahwa beliau “Riyadloh”nya adalah sholat disetiap jengkal tanah Gontor. Setiap malam dalam tahajudnya beliau berganti tempat, seluruh jengkal tanah Gontor ini pernah di gunakan beliau dalam sholat malam. Kyai Hasan juga begitu, dulu pas pembangunan gedung Aligarh, beliau hampir setiap hari mengelilingi gedung yg akan di bangun itu sambil menghafalkan Al-quran. Macam-macam Ridyadlhoh para Kyai itu, ada yg puasa, sholat, membaca Alfatehah, Menghafal Alquran, yg jelas Tujuannya adalah semoga gusti Allah menjaga pesantren mereka dari segala gangguan dan marbahaya. Apapun itu bentuknya, tapi kebanyakan memang tidak diketahui para santri. Sebagaimana pesan nabi, agar para kyai itu beramal tanpa diketahui orang lain.

 

 

 

 

 

 

Bagi kita para alumni pesantren, mendengar hal-hal diatas sama sekali bukan hal yg terlalu mengejutkan. Pesantren hakekatnya adalah Milik Allah, dia liputi keikhlasan, dalam hamparan doa dan riyadoh para Kyai.Tapi bagi orang yg belum pernah mengenal dunia pesantren, hal ini bisa jadi menicptakan tanya, Kok mau-maunya Kyai melakukan itu? moso kyai itu mau melakukannya? moso seluruh tanah Gontor di kelilingi? Moso puasa daud sepanjang tahun? moso ngafal Quran sambil keliling gedung, kaya ga ada tempat lain saja. Dan pertanyaan yang lain. Maka jawaban yang pas untuk melihat hal itu adalah, rasakanlah dan masukilah ke dalam pesantren, maka kita akan melihat, betapa Allah sayang kepada Pesantren ini, keturunan para Kyai, dan keluraga besar pesantren.

” Beliau mau baca al-fatehah sebanyak 360 Kali setiap perjalanan pagi beliau, dan beliau baru akan berhenti jalan-jalan pagi kalau sudah membaca alfatehah sebanyak itu”

Mari sejenak, kita sampaikan dan mendoakan guru guru kita, kyai kyai kita dan orang tua kita, karena berkat beliau kita menjadi lebih baik dan manfaat,  lahumu l fatihah.. 

Sumber : Ust. Oky Rachmatullah

Comment here