Marketing UpdateStrategi Bisnis

Strategi Bisnis Terbaik Menghadapi Webrooming Dan Showrooming

Spread the love

Strategi Bisnis Terbaik Menghadapi Webrooming Dan Showrooming. Semakin hari perkembangan dari dunia digital sudah mengalami peningkatan yang semakin berkembang dengan baik. Adanya perkembangan digital yang sudah semakin mumpuni membuat banyak peluang bisnis yang terbuka untuk dapat dijalankan secara maksimal. Namun begitu, masih ada beberapa kendala yang biasanya dihadapi oleh para pelaku bisnis di jaman digital seperti saat ini. Karena bagaimanapun meskipun saat ini sudah dianggap sebagai jaman digital namun belum sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital.

Salah satu contohnya adalah saat seseorang membeli pada platform toko online dan harus membayarnya di indomaret atau alfamart. Ini merupakan salah satu contoh belum maksimalnya pemanfaatan teknologi digital yang terjadi di masyarakat. Sehingga terkadang muncul beragam permasalahan seperti adanya webrooming dan juga showrooming yang memiliki dampak pada perkembangan bisnis. Web rooming sendiri adalah kondisi dimana para konsumen melihat dan juga membandingkan beragam harga yang ada di toko online namun membelinya secara offline. Tidak semua pengunjung website atau media sosial toko online melakukan pembelian di toko online tersebut. Beberapa di antaranya, mungkin termasuk Anda, hanya bertujuan untuk survei sebelum membeli barang serupa di toko konvensional langganan. Dilansir oleh situs Writepreneur.com, riset dari Merchant Warehouse menunjukkan bahwa 69% pengguna smartphone berusia 18-36 tahun dan 71% yang berusia 37-46 tahun melakukan webrooming. Artinya, toko konvensional mengantongi lebih dari separuh pengunjung toko online.

Kenapa konsumen melakukan webrooming ?

Beberapa  alasan yang menyebabkan konsumen melakukan webrooming

1. Biaya Pengiriman / Shipping

Salah satu alasan terbesar dalam melakukan webrooming adalah tidak adanya kemauan dalam diri orang-orang untuk membayar biaya shipping atau pengiriman. Berdasarkan data yang didapat dari Retailtouchpoints.tumblr.com, sebanyak 47% pelaku webrooming mengaku tidak mau membayar biaya shipping. Ada pula 23% responden yang mengatakan tidak ingin menunggu produk mereka setelah melakukan pembelian.

2. Informasi Produk Yang Tidak Lengkap

Tantangan yang kerap dihadapi pelaku bisnis online adalah adanya pengguna internet yang memilih untuk melihat produk mereka dulu sebelum membelinya. Bagi orang-orang tersebut, foto dan deskripsi yang ada di toko kurang cukup untuk memberi pemahaman tentang produk.

3. Kurangnya Kontak Fisik Dengan Produk

Riset yang dilakukan Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) pada awal tahun 2014 silam menunjukkan bahwa 38% orang yang berbelanja online dalam enam bulan terakhir mengaku bahwa kurangnya kontak fisik dengan produk menjadi alasan mengapa mereka belum berbelanja lagi. Sedangkan, 42% responden yang belum pernah berbelanja online sama sekali mengaku tidak ingin melakukannya karena harus mencoba produknya terlebih dahulu. Interaksi langsung dengan produk pun menjadi faktor pemicu pelanggan ketika lebih memilih toko konvensional.

4. Garansi

Banyak pelanggan toko online yang harus mengembalikan atau menukarkan produk hasil pembelian mereka karena tidak cocok atau berbeda dari yang ditayangkan online. Proses pengembalian dan penukaran ini dapat merepotkan bagi sebagian orang, sehingga untuk menghindari kemungkinan tersebut, mereka pun lebih memilih untuk berbelanja di toko konvensional.

Terdapat kondisi sebaliknya yaitu showrooming dimana konsumen mencoba segala macam barang secara offline namun membelinya di toko online, tujuan utamanya adalah membandingkan harga pasar online yang cenderung lebih murah ketimbang membeli langsung di outlet store. Contohnya : Melihat barang elektronik yang ingin dibeli pada outlet store resmi dan membelinya melalui pemasar online untuk mendapatkan harga lebih murah.

Tentunya para pelaku bisnis perlu benar benar menghadapi kondisi tersebut dengan baik demi keberlangsungan bisnis yang dijalankan. Sangat penting untuk dapat menerapkan strategi bisnis terbaik menghadapi webrooming dan juga showrooming saat ini. Sehingga kemudian para pelaku bisnis dapat tetap bertahan dan menyesuaikan diri dengan baik dalam perkembangan yang tengah terjadi. Dalam kesempatan kali ini tentunya akan dibahas lebih lengkap mengenai beragam strategi bisnis yang dapat dilakukan dengan baik. Sehingga kondisi webrooming dan juga showrooming dapat diatasi secara maksimal tentunya.

Beragam Strategi Bisnis Terbaik Dalam Menghadapi Webrooming Dan Showrooming

1. Gunakan Foto dan Konten yang Menarik

Anda bisa melakukan sendiri pengambilan foto produk-produk Anda. Tentu dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa menghasilkan foto-foto yang berkualitas tinggi. Sambil belajar, tidak ada salahnya untuk meng-hire fotografer profesional demi menghasilkan foto produk berkualitas dan beresolusi tinggi. Umumnya, foto produk pada website memiliki ukuran standar 640×640 piksel atau hingga 800×800 piksel. Selain itu gunakan deskripsi produk yang jelas dan mudah dimengerti konsumen, berikan konten yang lengkap serta menarik

2. Gunakan Omni Channel

Omni Channel adalah adalah pendekatan perdagangan yang terintegrasi sepenuhnya yang memberikan pembeli pengalaman terpadu di saluran online dan offline. Pelanggan bisa menggunakan lebih dari satu channel penjualan seperti toko fisik, e-Commerce/internet, mobile (m-Commerce), social Commerce, dan lain lain untuk melakukan riset, membeli, mendapatkan dan mengembalikan atau menukar barang, startegi ini sangat berguna saat ini

3. Jangan sampai melupakan akan jurang digital yang kini ada

Meskipun saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan adanya pemanfaatan teknologi digital yang dapat dilakukan namun perlu diingat akan jurang digital yang tersedia. Dimana saat ini perkembagan dunia digital tidak semua digital sehingga masih seringkali dilakukan secara konvensional. Untuk itu maka sangat penting bagi kamu para pelaku bisnis agar dapat memperhatikan hal ini sebagai sebuah hal yang sangatlah perlu diperhatikan. Sangat penting bagi para pelaku bisnis agar bisa menyesuaikan diri dengan adanya jurang digital yang tersedia tersebut. Sehingga bisnis yang dijalankan dapat benar benar terus ditingkatkan dengan baik dari waktu ke waktu tentunya.

4. Lakukan strategi pemasaran yang baik

Tentunya strategi bisnis terbaik dalam menghadapi webrooming dan showrooming sendiri bukanlah hal yang mudah dilakukan. Sebab, pada dasarnya ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan dalam meningkatkan bisnis dengan baik. Dalam hal ini tentunya sangatlah penting bagi kamu agar dapat melakukan strategi pemasaran yang baik dalam memasarkan produk yang dijual. Dalam pemasaran yang dilakukan pastikan kamu memposisikan diri sebagai seorang konsumen yang menginginkan kualitas barang yang bagus. Dengan adanya strategi promosi yang baik akan membantu kamu mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam penjualan yang dilakukan tentunya.

Tentunya masih ada banyak lagi beragam strategi bisnis terbaik lainnya yang pastinya penting untuk para pelaku bisnis lakukan saat ini. Itu saja yang dapat disampaikan terkait dengan beragam cara menjalankan bisnis dengan baik dalam menghadapi webrooming dan showrooming. Semoga informasi yang sudah dijelaskan diatas dapat membantu kamu menerapkan strategi yang terbaik untuk dilakukan tentunya.

 

Sumber gambar : virtuemediatechdotcom

Comment here