RisetStrategi Bisnis

Strategi Pemasaran Cafee Menghadapi Pandemi Covid-19

Spread the love

Hingga saat ini kasus covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan, menurut data kementerian melalui berita terkini Kompas.com tercatat pada tanggal 21 Desember 2020, Indonesia mencatat 132.895 kasus infeksi sepanjang desember atau rata-rata 6.328 per hari. secara total melaporkan 671.778 kasus positif covid- 19, kasus kematian sebanyak 20.085 dan 104.809 kasus aktif atau pasien yang masih dalam perawatan, sedangkan orang yang dinyatakan sembuh sebanyak 546.884 orang. Berikut penjelasan grafik kenaikan angka corona yang kian hari makin meningkat pada gambar 1.

Sebuah strategi diperlukan dalam mengatasi suatu situasi atau kondisi yang tidak terduga seperti yang sedang terjadi saat ini yaitu adanya krisis pandemic covid-19. Pandemi covid-19 ini merupakan suatu kondisi dimana terjadinya penyebaran virus yang berlangsung dengan cepat dan masif serta berdampak pada kematian. Dengan melihat dari cepatnya penyebaran covid-19 ini memaksa pemerintah untuk segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah. Namun dengan adanya PSBB tersebut membawa dampak yang begitu besar terhadap perekonomian di suatu negara. Hal ini dikutip dari laman berita Kompas.com yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia minus 3,49 persen pada kuartal III-2020. Salah satu sektor ekonomi yang terdampak adalah pelaku usaha di bidang makanan dan minuman seperti restoran, frenchise makanan atau minuman, dan kafe. Tidak sedikit dari bisnis – bisnis tersebut yang mengalami kerugian bahkan harus sampai menutup bisnisnya tersebut akibat pandemi covid-19 ini.

“Cafe Jolly Coffee ini dianggap cafe yang relatif terjangkau dari segi harga dengan pelayanan dan fasilitas yang sangat bagus sehingga pengunjung atau konsumen selalu ramai.”

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu menggunakan studi pustaka atau literatur yang ada dengan menggunakan buku, jurnal, dan web yang relevan dengan penelitian. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep atau gejala, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan status subjek penelitian pada saat ini, misalnya sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi atau sebagainya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu pendekatan penelitian tanpa menggunakan angka statistik tetapi dengan pemaparan secara deskriptif yaitu berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi di saat sekarang, di mana peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang terjadi menjadi focus perhatiannya untuk kemudian dijabarkan sebagaimana adanya.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan masalah permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Wawancara dilakukan dengan para narasumber (informan) baik pemilik café manajer cafe maupun konsumen, serta dari hasil observasi pada media online. Kemudian mengidentifikasi serta merumuskan masalah yang ada, dan data diuji menggunakan uji kevalidan data menggunakan triangulasi sumber. Obyek penelitian ini adalah Cafe Jolly Coffee di Surabaya

Cafe Jolly Coffee ini dianggap cafe yang relatif terjangkau dari segi harga dengan pelayanan dan fasilitas yang sangat bagus sehingga pengunjung atau konsumen selalu ramai. Masa kejayaan bisnis Cafe Jolly Coffee adalah saat pengunjung ramai berdatangan hingga banyaknya permintaan reservasi tempat untuk acara khusus di cafe ini. Namun sayangnya pada periode tahun 2018-2020 volume penjualan dan pendapatan mengalami penurunan. Berikut akan dijelaskan volume penjualan dan pendapatan Cafe Jolly Coffee Surabaya.

Tabel menunjukkan adanya penurunan jumlah kedatangan konsumen yang berpengaruh pada menurunnya penjualan makanan maupun minuman dari tahun 2018 hingga ke tahun 2020. Penjualan tahun 2019 menurun sebesar 28% disbanding 2018, sedangkan di tahun 2020 mengalami penurunan sangat drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak pada penurunan pendapatan yang cukup signifikan, apalagi saat pandemi Corona (Covid-19) yang melanda Indonesia mulai awal bulan Maret 2020, penjualan ikut menurun tajam. Sehingga menyebabkan pendapatan serta harga jual ikut menurun yang menyebabkan manajemen pemasaran harus memikir strategi terbaik dalam menangani hal tersebut.

Strategi Pemasaran Cafe Jolly Coffee Surabaya pada masa pandemi adalah sebagai berikut:

  1. Cafe Jolly Coffee Surabaya telah membagi secara khusus segmen pasar mereka produk yang ditawarkan diperuntukkan untuk kalangan anak muda atau mungkin juga untuk kalangan pebisnis. Artinya Cafe Jolly Coffee Surabaya dapat menentukan segmentasi pasar berdasarkan demografis, yaitu segmentasi yang dibagi untuk menjadikan kelompok berlandaskan variable tertentu seperti jenis kelamin, pekerjaan maupun usia.
  2. Cafe Jolly Coffee Surabaya mempunyai target pasar yang dikhususkan untuk menjadi prioritas dalam memasarkan produk yang mereka jual, dengan membidik semua kalangan khususnya para pebisnis dan juga influencer dari kalangan muda. Berdasarkan hal tersebut maka pendekatan yang dapat dilakukan yaitu dengan pembidikan pasar berbasis diferensiasi produk. Strategi pembidikan pemasaran ini sering dilakukan ketika segmen pasar tidak dapat diidentifikasi dengan jelas.
  3. Harga yang ditawarkan Cafe Jolly Coffee Surabaya untuk produk yang dijual relatif terjangkau dibandingkan dengan pesaing yang menjual produk yang sejenis. Pada dasarnya posisi Cafe Jolly Coffee Surabaya memiliki pesaing yang banyak dengan harga dan fasilitas yang hampir sama.
  4. Strategi pemasaran yang dilakukan untuk lokasi serta promosi yang dilakukan dalam memasarkan produk yang dijual sudah cukup baik. Penempatan posisi pasar yang dilakukan oleh supaya produk maupun nama cafe dapat diingat dan menjadi tempat tersendiri di benak konsumen dengan cara menentukan produk yang relevan serta memosisikan produk yang dijual supaya dapat digunakan oleh semua kalangan. Mendata produk yang diinginkan konsumen berdasarkan kebutuhan, dan serta mengidentifikasi pesaing dengan cara melakukan inovasi terhadap produk yang dijual.
  5. Cafe Jolly Coffee memberikan potongan harga setiap hari jumat sebesar 20% dan berlaku untuk pembelian apapun serta pembelian secara langsung maupun online karena mengingat ekonomi atau pendapatan masyarakat Indonesia berkurang karena adanya pandemi covid-19 yang banyaknya mengalami penurunan gaji atau pendapatan hingga pada pengurangan jumlah pekerja.

sumber : jurnal MANOVA

artikel lengkap bisa anda klik DISINI

Comment here