Manajemen PemasaranRiset

Teori Dual Credibility Model

Spread the love

Perkembangan dunia digital memberikan pengaruh besar pada bidang pemasaran. Sebelumnya, kegiatan pemasaran lebih banyak memanfaatkan media cetak. Namun kini sebagian masyarakat mulai bergeser dan lebih memilih untuk mencari informasi tentang barang yang diinginkan melalui media sosial/ sosmed.

Seperti yang diketahui, media sosial memang telah mengubah dunia, tidak terkecuali di bidang pemasaran. Apalagi pada tahun 2004, ketika situs Facebook mulai muncul dan merajai dunia jejaring sosial. Facebook awalnya diluncurkan oleh Mark Zuckerberg bersama beberapa temannya sebagai media untuk mempromosikan produk mereka kepada mahasiswa lain.  Akan tetapi pada tahun 2006, Facebook resmi dibuka untuk umum hingga memiliki pengguna aktif lebih dari 130 juta dari seluruh dunia. Setelah itu mulai bermunculan situs sosmed lainnya seperti Instagram, Twitter, Hangout dan lainnya. Dan  saat itulah perkembangan bidang pemasaran dalam dunia digital pun berangsur beralih pada media online.

Dewasa ini, sebagian besar perusahaan/ pelaku bisnis akan menayangkan iklan melalui media sosial menggunakan endorser  dari kalangan public figure. Menggunakan public figure di dalam iklan memberikan pengaruh yang positif pada tingkat kepercayaan dan minat konsumen terhadap suatu produk. Selain itu juga dapat menguatkan brand image perusahaan. Pemikiran tersebut kemudian dikaitkan dengan Teori Dual Credibility Model.

Apa Itu Teori Dual Credibility Model?

Teori Dual Credibility Model merupakan sebuah teori yang telah dikembangkan oleh Lafferty dan Goldsmith. Teori ini berbicara tentang pengaruh kredibilitas perusahaan dan kredibilitas pembawa iklan (dalam hal ini adalah pihak endorser) terhadap minat konsumen untuk membeli suatu produk.

1. Kredibilitas Perusahaan

Kredibilitas perusahaan merupakan tingkat kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dalam membuat produk yang berkualitas dan mampu memuaskan kebutuhan pelanggan. Reputasi sebuah perusahaan memberi kontribusi yang cukup besar terhadap kesuksesan penjualan.  Hal ini sesuai dengan apa yang diungkap oleh Bhowmick bahwa kredibilitas perusahaan berpengaruh pada sikap konsumen terhadap merek tertentu.

sumber : freepik

Terdapat tiga dimensi yang menjadi pembentuk dari kredibilitas perusahaan antara lain:

  • Corporate expertise

Merupakan persepsi konsumen dalam menilai keahlian perusahaan di dalam memproduksi suatu barang atau jasa. Contohnya, perusahaan X mempunyai kompetensi yang baik dalam memproduksi sepatu (produk) yang berkualitas.

  • Corporate honesty

Merupakan persepsi konsumen terhadap tingkat kejujuran perusahaan dalam memasarkan sebuah produk.

  • Corporate trustworthiness

Merupakan bentuk ekspresi percaya konsumen terhadap sebuah perusahaan.  Misalnya, perusahan X yang sudah terpercaya menghasilkan sepatu trendy dan awet.

sumber : freepik

2. Kredibilitas Pembawa Iklan / Endorser

Sedangkan Kredibilitas pembawa iklan / endorser adalah kredibilitas yang dipunyai oleh penyampai iklan dalam mengkomunikasi pesan (expertise), bersikap jujur dan terpercaya (trustworthiness) di dalam memberikan pendapat terhadap suatu produk.  Iklan produk yang disampaikan oleh pihak terpercaya dan memiliki kredibilitas tinggi akan lebih dapat mempengaruhi masyarakat.

Pembawa iklan (endorser) terbagi menjadi 3 golongan yaitu :

A. Expert endorser

Adalah seseorang atau kelompok tertentu yang dianggap mempunyai kompetensi di bidang khusus. Expert endorser harus menggunakan produk yang akan diiklankan  untuk memperkuat dan meningkatkan persepsi konsumen terhadap produk tersebut, salah satu contoh dokter gigi sebagai endorser untuk iklan produk pasta gigi

B. Lay endorser

Lay endorser atau yang dikenal dengan sebutan model iklan samaran adalah seseorang yang tidak dikenal sebelumnya. Mereka harus menggunakan produk tersebut dan menyajikan materi sesuai dengan pengalamannya. Pengalaman model iklan samaran akan diperkuat oleh pihak pengiklan. Sebagai contoh produk kecantikan yang menjadikan orang biasa menjadi endorser, dengan harapan konsumen akan mengerti bahwa produk tersebut memang berfungsi secara nyata, karena jika menggunakan artis, konsumen sudah berpersepsi produk tersebut tidak benar karena ” artis sudah cantik ”

C. Celebrity endorser

Public figure yang dijadikan model iklan biasanya berasal dari dunia hiburan, seperti penyanyi, pelawak, bintang sinetron dll. Pertimbangannya karena public figure memberikan pengaruh besar untuk meningkatkan pemasaran. Selain itu juga dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Sebagai contoh penggunaan artis yang cantik dalam iklan kosmetik

Seperti halnya di dalam kredibilitas perusahaan, kredibilitas pembawa iklan memiliki beberapa faktor yang melandasi, antara lain :

  • Expertise

Seorang pembawa iklan harus mempunyai keahlian, pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni untuk mendukung iklan yang disampaikan

  • Trustworthiness

Erat kaitannya dengan anggapan konsumen pada tingkat kejujuran dari pembawa iklan

  • Attractiveness

Merupakan tingkat daya tarik yang ditonjolkan oleh pembawa iklan, misalnya penampilan, keluwesan, dan sebagainya.

Apa Sih Jenis Endorser Dan Nama Merk Yang Disukai Oleh Konsumen ? (Bagian 1)

Korelasi Penting Kredibilitas Perusahaan dengan Public Figure Terhadap Minat Beli Konsumen

Seorang Pakar ekonomi, Marconi di dalam bukunya mengungkapkan bahwa untuk mempercepat/ memperkuat kredibilitas atau meningkat brand perusahaan maka harus mendompleng pada ketenaran seorang public figure. Hal ini merupakan strategi dalam dunia pemasaran. Meski berbeda satu sama lain, namun kedua variabel ini berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen.

Kredibilitas perusahaan sangat penting demi berkompetisi di dunia bisnis. Bisnis yang mempunyai reputasi dan kepercayaan baik akan tetap dicari oleh konsumen. Begitu juga dengan menggunakan public figure. Penting sekali sebuah perusahaan memilih public figure yang kredibel agar tercapai efektivitas iklan dan  berhubungan dengan konsep brand personal. Bahkan konsumen berani membayar harga yang tinggi karena yang memasarkan adalah artis idola.

Fenomena ini sering ditemui pada iklan online yang terdapat di sosial media, misalnya Instagram. Banyak pelaku bisnis yang membayar selebgram untuk mempromosikan produk mereka. Yang terpenting adalah tetap selektif memilih public figure yang akan dipakai.

Demikianlah informasi tentang teori dual credibility model dalam dunia pemasaran digital. Semoga bermanfaat, ya!

Sumber :
https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/00913367.2000.10673616

Comment here